Selasa, 17 Januari 2017

Cinta dan Kesunyian



Malang, 06 Maret 2016

Di dalam kebisuan ada kata,
Di dalam kebekuan ada rasa,
Di dalam keheningan ada tawa,
Di dalam kesunyian ada cinta.

Sang Penguasa waktu,
telah merenggutnya dariku.
Cintaku, ia  tak lagi bersuara.
Aku berbicara dengan cinta,
bukan dari mulut dan lidah ini
Melainkan  dari hati dan jiwa ini.

Ohh,  Sang Penguasa waktu,
biarkan aku pun mati dan binasa.
Terbaring bersama hati yang tak pernah ku isi,
Hati yang tak pernah ku cukupi,

Dan hati yang tak pernah ku berkahi.

piok_

Hanya Imajinasi


Malang, 2014
Dalam diam kau memberi rasa.
Menyejukkan jiwa tanpa perlu berkata-kata.
Kau mengedarkan pandangan dengan mata sayu
tanpa mengucap sepatah kata.
Seolah kau tahu diam memiliki bahasa surgawi ,
lebih mulia dari segala suara yang dituturkan lidah-lidah dan bibir-bibir.
Ia adalah bahasa abadi, laksana Sang rembulan dengan jubah keagungannya
yang mampu menundukkan malam.
Kau menebarkan keindahan
bagi setiap yang memandang.
Melukiskannya dalam khayalan.
Putih seputih salju.
Hitam sehitam malam.
Merah semerah darah.
Biru sebiru langit.
Dan manis semanis madu.
Kau memberi cerita dari setiap coretan warna itu.
Biarkan rasa ini selamanya tersimpan di dalam hati.
Biarkan hasrat ini selamanya terkubur di dalam sanubari.

Biarkan cerita ini mengalir sampai nanti.

piok_

Belenggu



Malang, 05 Januari 2015

Tahun demi tahun berlalu, 
Roda kehidupan memutarku pada satu sisi kehidupan. 
Dimana, begitu banyak keindahan yang menyibak kepalsuan. 
Mengetahui sakitnya rasa kelembutan.
Dan keburukan yang begitu memilukan.

Aku sudah keluar, 
bukan dari sekarang atau kemarin.
Membiarkan hati ini tenang.
Tanpa memikirkan apapun.
Beristirahat seiring berjalannya waktu.

Aku mencintai kalian semua
yang sudah berada di dalam hatiku.
Kini hati ini tak lagi penuh dengan cinta.
Mereka yang tetap tinggal, meminum cintaku,
meneguknya hingga ke dalam jiwa.
Sementara mereka yang pergi,
meminumnya, lalu memuntahkannya.

Tak akan kusimpan dendam.
Semua yang datang dan pergi
Akan tersimpan abadi, 
di dalam hati.

Lalu kuletakkan hati ini tepat disamping akalku, 
tak lagi lebih tinggi, tak jua lebih rendah.
Kubiarkan ia dalam genggaman tangan Sang pemilik Kehidupan,
dan melindunginya dengan bimbingan. 


piok_

Puisi sendu


Pungging, 05 May 2013
Rintik hujan yang sendu,
Membawa hati yang pilu,
Ke dalam ruang kalbu.
Meresapi alunan rindu,
Memutar kembali masa lalu,
Merangkai kenangan-kenangan,
Di masa itu.
Dalam lamunanyang abu-abu.
Dan suara-suara yang semu.
Membuat hati semakin membisu.

Dan langkah yang kian merapuh.

piok_

Penyesalan

Pungging, 05 May 2013
Aku terbangun dari masa lalu yang lelapkanku dalam khayal.
Waktu telah membawaku pada rumitnya peraduan.
Sang pemilik kehidupan, terus memacu roda kehidupan.
Rindu akan masa lalu adalah halyang sia-sia.
Menghindar bukanlah jawaban,
Merenung bukanlah alasan,
Dan menghadapi adalah kenyataan.

piok_

Kerisauan


Malang, Maret 2016 

Dikala mata ini beradu di depan cermin,
Aku melihat raut yang begitu dirindukan.
Wajah itu penuh dengan tawa- tawa ceria.
Lelah dan sedih
membawaku pada kenangan-kenangan
yang terbenam di masa itu.
Aku menemukan diri itu bermain-main,
berlari- lari kecil, bergembira, tertawa- tawa,
menertawai atas apa yang tercaci, dan
hati yang tak pernah membenci.

Lalu hari ini,
Wajah itu tak lagi penuh dengan tawa.
Kerisauan dan air mata begitu menyelimutinya.
Waktu begitu cepat berlalu, terbuang dan terlupa,
hanya untuk menunggu, berharap, dan menunggu.

Dia yang memberi kerisauan.
Pahamilah, ini bukan lagi soal kesabaran.
Aku pun tak mau mendengar jika kesibukan menjadi alasan.
Karena akulah bagian dari kewajiban.
Tolonglah, ini lebih ke soal masa depan.

Waktu akan terus berlalu,
Sementara aku disini dengan apa yang kulakukan,
Dan dia dengan apa yang ia lakukan.
Apa seharusnya kita layak dipertemukan?
Tetapi ada keharusan yang membuat ini berjalan.
Namun, seperti hati ini tak lagi seiring berjalan,
Pada siapa saja yang memberi pengharapan.

Manusia tetaplah manusia,
Hatinya bisa berubah-ubah,
Dengan kekuasaan-Nya.
Aku tak ingin lagi berharap pada manusia.

Harapanku hanya ada pada-Nya.

piok_

Sabtu, 20 Juli 2013

nol

Terlalu banyak berfikir
Memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi
Tanpa ada langkah yang mengisi
Hanya akan ada asa yang menepi

_piok_