Selasa, 17 Januari 2017

Hanya Imajinasi


Malang, 2014
Dalam diam kau memberi rasa.
Menyejukkan jiwa tanpa perlu berkata-kata.
Kau mengedarkan pandangan dengan mata sayu
tanpa mengucap sepatah kata.
Seolah kau tahu diam memiliki bahasa surgawi ,
lebih mulia dari segala suara yang dituturkan lidah-lidah dan bibir-bibir.
Ia adalah bahasa abadi, laksana Sang rembulan dengan jubah keagungannya
yang mampu menundukkan malam.
Kau menebarkan keindahan
bagi setiap yang memandang.
Melukiskannya dalam khayalan.
Putih seputih salju.
Hitam sehitam malam.
Merah semerah darah.
Biru sebiru langit.
Dan manis semanis madu.
Kau memberi cerita dari setiap coretan warna itu.
Biarkan rasa ini selamanya tersimpan di dalam hati.
Biarkan hasrat ini selamanya terkubur di dalam sanubari.

Biarkan cerita ini mengalir sampai nanti.

piok_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar