Malang, 2014
Dalam diam kau memberi rasa.
Menyejukkan jiwa tanpa perlu
berkata-kata.
Kau mengedarkan pandangan dengan
mata sayu
tanpa mengucap sepatah kata.
Seolah kau tahu diam memiliki bahasa surgawi ,
lebih mulia dari segala suara yang
dituturkan lidah-lidah dan bibir-bibir.
Ia adalah bahasa abadi, laksana
Sang rembulan dengan jubah keagungannya
yang mampu menundukkan malam.
Kau menebarkan keindahan
bagi setiap yang memandang.
Melukiskannya dalam khayalan.
Putih seputih salju.
Hitam sehitam malam.
Merah semerah darah.
Biru sebiru langit.
Dan manis semanis madu.
Kau memberi cerita dari setiap coretan warna itu.
Biarkan rasa ini selamanya
tersimpan di dalam hati.
Biarkan hasrat ini selamanya
terkubur di dalam sanubari.
Biarkan cerita ini mengalir
sampai nanti.
piok_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar